WHO SEARO 2018

WHO SEARO 2018, Meeting Sekaligus Asah Networking

Kesehatan merupakan salah satu elemen yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Pola sehat-sakit seseorang, penyakit yang ada di masyarakat merupakan  hal yang lazim dibicarakan ketika menyinggung tentang masalah kesehatan. Berawal dari sinilah United Nation (re:Perserikatan Bangsa-Bangsa) membentuk suatu lembaga yang memiliki fokus di bidang kesehatan dunia, yaitu WHO (World Health Oganization). WHO sendiri didirikan pada 7 April 1948 yang bermarkas di Jenewa, Swiss.

Dalam melaksanakan aktivitas-aktivitasnya sebagai induk dari lembaga kesehatan dunia, WHO membutuhkan wadah untuk berdiskusi mengenai kesehatan negara-negara di dunia melalui sebuah pertemuan rutin yang dikenal dengan sebutan General Assembly. Salah satu meeting rutin yang dilaksanakan yaitu WHO SEARO (South-East Asia Regional Office) Ke 71 tahun 2018. Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh perwakilan negara WHO South-East Asia Region yang pada tahun ini dilaksanakan di New Delhi, India sebagai tuan rumah pada tanggal 3-7 September 2018. Adapun anggota dari negara-negara WHO South-East Asia Region yaitu Bangladesh, Bhutan, India, Indonesia, Korea Utara, Maldives, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, Thailand, dan Timor-Leste.

Untuk mengikuti pertemuan rutin ini, tidak semua orang bisa ikut. WHO sendiri mengundang organisasi mahasiswa kedokteran dunia yaitu International Federation of Medical Students’ Associations (IFMSA) untuk mengirimkan perwakilan tiap regionnya untuk hadir dalam meeting di negara Anak Benua ini. Salah satu dari 15 delegasi Indonesia adalah Ashandi Triyoga Prawira, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember sebagai perwakilan dari International Federation of Medical Students’ Associations (IFMSA). Yoga juga merupakan seorang founder dari CIMSA UNEJ. “Untuk bisa ikut, awalnya sih daftar dulu, terus ada beberapa rangkaian seleksinya. Kuotanya Cuma 3 orang tiap region dan 1 seat sudah terisi Regional Directornya,” Ujar pria kelahiran 29 Desember 1995 ini.

Pertemuan ini merupakan salah satu dari upaya WHO dalam menangani penyakit malaria, meningkatnya ancaman demam berdarah, dan usaha-usaha dalam meningkatkan akses kesehatan melalui Universal Health Coverage. Agenda dari pertemuan ini terdiri dari pembahasan yang mencakup hampir semua topik dari fokus-fokus WHO yang selanjutnya setiap perwakilan negara akan menyampaikan pencapaiannya terkait topik yang dibahas. Selain itu, juga terdapat agenda release guideline-guideline regional seperti Universal Health Coverage, pemilihan Regional Director WHO South-East Asia Region, serta peringatan 70 tahun berdirinya WHO.

“Kalau ditanya benefitnya apa ikutan meeting ini, pastinya banyak banget ya! Dari WHO SEARO ini aku dapat banyak pengalaman terutama tentang networking. Aku juga sempat ngobrol bareng Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K) juga sama dirjen dari negara-negara lain,” ujar pria kelahiran Surabaya, 29 Desember 1995. Dalam kesempatan itu juga, Ashandi Triyoga berhasil membina kerjasama untuk CIMSA Indonesia dengan Non Government Organization dari UGM dalam hal Medical Education.

Artikel oleh ASC CIMSA UNEJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.