FACE OF THE PERIOD (dr. Laksmi Indreswari, Sp.B)

“dr. Laksmi Indreswari, Sp.B : “Pintar itu Bonus, Rajin itu Harus!”

Mahasiswa memiliki peran utama yaitu belajar, tetapi belajar tidak hanya didapatkan di dalam kelas, melainkan juga dari luar kelas. Salah satu contoh belajar di luar kelas ialah dengan mengikuti organisasi. Organisasi menjadi salah satu jembatan mahasiswa untuk bersosialisasi dengan orang lain, namun tidak hanya itu organisasi bisa memberikan wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan bakat dan mengembangkan kreativitas. CIMSA sebagai Center for Indonesian Medical Students’ Activities menjadi wadah untuk dapat meningkatkan kapasitas mahasiswa kedokteran di Indonesia, dan menggunakan kapasitas serta kemampuan yang dimiliki mahasiswa kedokteran untuk usaha-usaha meyehatkan dan mencerdaskan bangsa Indonesia.

Salah satu Alumni CIMSA UNEJ, yakni dr. Laksmi Indreswari, Sp.B berbagi ceritanya mengenai pentingnya organisasi bagi seorang mahasiswa kedokteran. “Senang aja,  karena menjadi dokter itu harus berkomunikasi dengan banyak orang. Kemampuan berkomunikasi tidak bisa diasah lewat belajar saja, salah satu caranya bisa dengan mengikuti organisasi,” jawab beliau saat ditanya mengenai alasan mengikuti organisasi.

Organisasi mampu melatih kita bagaimana cara organize atau menempatkan diri di masyarakat. Setiap organisasi memiliki goals sendiri-sendiri, tetapi CIMSA memiliki keistimewaan tersendiri. Menurut dr. Laksmi CIMSA dapat memberikan banyak sekali manfaat bagi mahasiswa kedokteran maupun masyarakat dengan aktivitas-aktivitasnya yang impactful dan dilaksanakan secara profesional.

Sudah memasuki dunia organisasi sejak kecil, dr. Laksmi bercerita pengalamannya berorganisasi dimulai dari awal SD menjadi Ketua Kelas, SMP menjadi Wakil Ketua OSIS, kemudian SMA menjadi Sekretaris OSIS, dan saat kuliah juga sempat menjabat sebagai Wakil Presiden BEM. “Jangan salah memilih organisasi, organisasi anggap saja sebagai hiburan yang memberi manfaat untuk dirimu. Jika sudah memutuskan untuk mengikuti suatu organisasi tentu kamu memang suka, bukan karena paksaan. Ketahui kapasitasmu, dan bijak dalam mengatur waktu karena sudah memiliki prioritas yang berbeda,” tutur dr. Laksmi.

Saat ditanya alasan mengapa dr. Laksmi dulu memilih spesialis bedah, beliau pun menjawab bahwa sedari dulu beliau menyukai sesuatu yang memiliki “dramatical effect” dan karena beliau tidak sabaran, menurut beliau yang paling cocok dengan diri beliau adalah ilmu bedah. Saat menjadi DM pun beliau sudah terbiasa mengerjakan kasus bedah sendiri. Awalnya memang tidak terencana, tetapi kemudian senior beliau meminta untuk melanjutkan di ilmu bedah dan kebetulan sesuai dengan passion beliau. “Jangan banyak tidur! Tidak harus pintar, tetapi harus rajin. Pintar itu bonus, rajin itu harus,” ujar dr. Laksmi memberikan pesan kepada mahasiswa kedokteran saat ini.

Organisasi menjadi tempat bagi para mahasiswa untuk berkumpul dan bertukar pikiran serta bekerja sama mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. CIMSA merupakan organisasi sebagai wadah melatih diri dimulai dari meningkatkan potensi mahasiswa kedokteran hingga nantinya berhubungan langsung dengan masyarakat melalui aktivitas-aktivitasnya. Selain itu hal yang paling penting bisa didapatkan yaitu bagaimana bersikap untuk peduli terhadap orang lain, ini merupakan satu hal kecil yang terkadang sulit untuk dilakukan mahasiswa di masa sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.