CARAMEL LATTE (Care in Mental Disability Lining in Adaptive Ability on Special Elementary) – November 29th – December 1st, 2019

Universal Children’s Day dirayakan setiap 20 November setiap tahunnya untuk mempromosikan dan awareness terhadap anak-anak di seluruh penjuru dunia.Tahun ini CIMSA UNEJ melalui SCORP memperingati Universal Children’s Day dengan mengadakan aktivitas dengan anak-anak, tapi kali ini berbeda karena kami mengadakan aktivitas ini dengan anak-anak disabilitas. Menurut Badan Pusat Statistik, SAKERNAS 2011, jumlah keseluruhan penduduk Indonesia adalah: 237,641,326 orang dengan jumlah penduduk usia kerja adalah: 171,755,077 orang. Sejalan denga penghitungan WHO, diperkirakan 10 persen dari penduduk Indonesia (24 juta) adalah penyandang disabilitas. Menurut data PUSDATIN dari Kementerian Sosial, pada 2010, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia adalah: 11,580,117 orang dengan di antaranya 3,474,035 (penyandang disabiltais penglihatan), 3,010,830 (penyandang disabilitas fisik), 2,547,626 (penyandang disabilitas pendengaran), 1,389,614 (penyandang disabiltias mental) and 1,158,012 (penyandang disabilitas kronis). Sementara menujrut data Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, pada 2010 jumlah penyandang disabilitas adalah: 7,126,409 orang.   Berdasarkan Statistik Pendidikan 2018, persentase penduduk usia 5 tahun ke atas penyandang disabilitas yang masih sekolah hanya 5,48%. Persentase tersebut jauh dari penduduk yang bukan penyandang disabilitas, yaitu mencapai 25,83%.Sementara untuk anak-anak, Penyandang disabilitas yang belum atau tidak pernah bersekolah sama sekali mencapai 23,91%. Adapun penduduk usia 5 tahun ke atas yang bukan disabilitas dan belum sekolah hanya 6,17%. Sementara itu, penyandang disabilitas yang tidak bersekolah lagi sebesar 70,62%.

Semakin tinggi kelompok umur, semakin rendah pula angka partisipasi sekolah (APS). APS tertinggi terjadi pada kelompok umur 7-12 tahun, yaitu sebesar 91,12% untuk penyandang disabilitas dan 99,29% untuk bukan penyandang disabilitas. Sementara itu, APS terendah terjadi pada kelompok umur 19-24 tahun, yaitu 12,96% untuk penyandang disabilitas dan 24,53% untuk penyandang bukan disabilitas.

Aktivitas ini dinamakan “CARAMEL LATTE” (Care in Mental Disability Lining in Adaptive Ability on Special Elementary) pada tanggal 29 November dan 1 Desember. Pada hari Jumat, 29 November 2019,  diadakan di SLB Negeri Branjangan Jember.  Hari itu SCORP CIMSA UNEJ dan juga Kulawanda berpartisipasi dalam kegiatan akademik di SLB. Dan juga kami mengadakan games yang sesuai dengan disabilitas yang dialami oleh anak-anak. Games yang kami lakukan yaitu mewarnai, eat bulaga dan juga menebak benda. Di Akhir aktivitas CIMSA UNEJ dan KULAWANDA memberikan SLB sertifikat untuk menandakan rasa terima kasih dan juga kerja sama. Aktivitas pada hari Minggu, 1 Desember 2019 adalah campaign di alun-alun kota Jember

Aktivitas ini mengajak warga Jember untuk lebiih peduli lagi dengan hak-hak yang harusnya didapatkan oleh anak-anak, terutama pada anak dengan disabilitas

SCORP
Standing Committee on Human Rights and Peace

CIMSA
Empowering Medical Students
Improving Nation’s Health