WHO SIMULATION 2019 – “The Rise of Anti-vax Movement” – November 30th, 2019

WHO SIMULATION merupakan salah satu aktivitas dari SCOPE CIMSA UNEJ yang kembali diadakan pada tanggal 30 November 2019 di Fakultas Kedokteran Universitas Jember. WHO SIMULATION Tahun ini mengangkat topik  “The Rise of Anti-vax Movement”.Di aktivitas ini peserta WHO SIMULATION tidak hanya dari Mahasiswa Fakultas Kedokteran khususnya member SCOPE CIMSA UNEJ saja namun kami juga mengundang mahasiswa dari Fakultas lain di Universitas Jember, kami juga bekerja sama dengan HIMAHI MUN CLUB UNEJ mereka semua sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mahasiswa yang hadir di kegiatan ini akan dibagi menjadi beberapa negara, 1 negara terdiri dari 2 mahasiswa. Negara- negara ini memiliki wewenang untuk mengangkat topik tentang anti-vax di negara mereka, seperti negara Spanyol, Amerika, Arab Saudi dan masih banyak lagi.

Project ini dilaksanakan di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Jember, dimulai dengan registrasi tepat di pukul 07.00 WIB-08.00 WIB. Event ini dibuka Oleh Project Officer WHO SIMULATION yaitu Wahyu Ikhsan. Setelah itu host membaca Curriculum Vitae dari chair person dan co chair person. Dilanjutkan dengan co chair dan chair person mengambil tempat dan Event ini dimulai.

Kegiatan dimulai dengan membaca nama masing-masing negara yang disebut roll call. Kemudian sesi pertama Daftar Pembicara Umum dimulai, sesi ini dilakukan untuk menyampaikan topik yang akan dibahas. Setiap negara yang ingin menyampaikan pendapat pada daftar pertama, dan negara yang berbicara terakhir. Kemudian sesi berikutnya adalah kaukus moderat, kaukus moderat adalah bagian dari daftar pembicara umum termasuk kaukus yang tidak dimoderasi.

Kapan kaukus yang tidak dimoderasi dilakukan? Itu tergantung pada geraknya. Sebagai contoh, suatu negara mengekspresikan mosi, “mosi untuk memulai kaukus moderat selama 15 menit”, orang yang menentukan adalah negara mereka sendiri, kemudian ketua dan kursi orang yang menentukan kaukus yang tidak dimoderasi. Kaukus yang dimoderasi adalah sesi di mana dimungkinkan untuk mengekspresikan pendapat, tentang apa? Setelah daftar pembicara umum selesai, dan kemudian ada gerakan, dari co dan ketua orang. Topik apa yang akan dibahas? Setelah masing-masing negara mengajukan pendapat, dari pendapat itu, maka akan ada pemungutan suara dan kemudian dimoderasi kaukus dimulai. Misalnya dari 5 topik, suara terbanyak adalah pada topik ketiga, yang berarti bahwa kaukus moderat yang dibahas adalah topik ketiga selama 15 menit.

Setelah menyelesaikan aktivitas kaukus moderat / kaukus moderat, kemudian dilanjutkan dengan istirahat selama setengah jam. Kegiatan selanjutnya adalah pengajuan kertas kerja, itu adalah rancangan (RUU) untuk masalah-masalah dari apa yang dibahas dalam causus moderat dan dalam kaukus yang tidak dimoderasi. Dalam kaukus yang tidak dimoderasi, semua negara akan membuat aliansi, sehingga jumlah pengiriman kertas kerja sebanding dengan aliansi. Dalam acara ini ada 2 kelompok, masing-masing kelompok akan mempresentasikan topik. Setelah program dipresentasikan dan program akan dipilih. Program yang paling banyak dipilih, adalah program yang akan dilaksanakan.

SCOPE
Standing Committee on Professional Exchange

CIMSA
Empowering Medical Students
Improving Nation’s Health

by : Mirza Wafiyudin Baehaqi

 

 

SCOTENG (SCOPE Teaching English) – 14th September 2019

Pada era globalisasi dan MEA saat ini semakin memudahkan tenaga kerja asing masuk ke Indonesia untuk bekerja. Dengan demikian, masyarakat indonesia harus mengembangkan soft skills dan hard skills mereka agar mampu bersaing dengan tenaga kerja asing. CIMSA UNEJ telah mengadakan assesment awal dengan melakukan wawancara terhadap 3 orang guru, kami dapatkan bahwa di SDN Karangrejo V belum ada mata pelajaran Bahasa Inggris. Dengan latar belakang tersebut SCOPE CIMSA UNEJ mengadakan aktivitas SCOTENG (SCOPE Teaching English) yang bertujuan untuk memberikan pelajaran bahasa inggris dasar ke siswa, meningkatkan pengetahuan dan daya saing siswa utamanya kelas 4,5, dan 6 SDN Karangrejo V. SCOPE CIMSA UNEJ  Melakukan edukasi dengan media poster, lagu, dan juga gambar-gambar interaktif serta melatih siswa untuk berani berbicara bahasa inggris dengan teman atau guru mereka, Sebelum mengadakan pembelajaran ke siswa SD terlebih dahulu membuat modul yang berisikan introduction, part of body, things in my classroom.Continue reading

WELCOME TO JEMBER, INCOMINGS!


Pada bulan September 2019, SCOPE CIMSA UNEJ berkesempatan mendatangkan dua incoming asal Belanda. Eva dari Groningen University dan Sophie dari University of Amsterdam. Mereka akan mengikuti program Profesional Exchange selama 1 bulan lamanya. Di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soebandi dan di FK UNEJ mereka akan belajar penyakit tropis yang sulit ditemui di negara asalnya. Penyakit tropis yang masuk dalam kajian kajian agromedis seperti penyakit karena parasit tertentu, cacing, penyakit yang di tularkan melalui nyamuk dan sejenisnya adalah penyakit yang tidak mudah mereka temui di negara asalnya.

Continue reading

TREASURE (Travel Abroad for Medical Student through Exchange)

TREASURE is a project for the introduction of the Exchange Fair, which is a medical faculty student facility to exchange to the country they want.

This activity has held a SCOPE CIMSA UNEJ in April 10,11,15,16 where the first activity was an open booth activity, where in this activity students from the University of Jember Medical Faculty who were members of the scope of Cimsa opened booths located in the lobby of the H building for the purpose, from this open booth is to provide information about the medical faculty exchange fair in addition to the presentation of the exchange fair information at the open booth, it is also explained about the mechanism for the exchange fair exchange and which countries open the exchange fair program, besides that there is an explanation of the country’s difficulty level. divided by 3 level, where countries with high level 1 had no applicants were great but the reception of participants slightly last weeks to the state, level 2 enthusiasts and while, level 3 has fans, but acceptance quota of participants is very large, in addition to activities the open booth also led to activities or the game so that the students who come to the open booth don’t feel bored, where this game is called beer pong but we don’t use beer in this activity where the glass is change with questions about the insight of countries that open an exchange fair where everyone gets 3 pieces opportunity if successful answer will get a purchase discount at open booth.Continue reading

SCOTENG (SCOPE Teach English)

In the era of globalization and MEA, it is now increasingly easier for foreign workers to enter Indonesia to work. Thus, the Indonesian people must develop their soft skills and hard skills in order to be able to compete with foreign workers. CIMSA UNEJ has conducted an initial assessment by interviewing 3 teachers, we found that there were no English language subjects at Karangrejo V Elementary School. With this background SCOPE CIMSA UNEJ held a SCOTENG (SCOPE Teaching English) activity which aims to provide basic English lessons to students, increase knowledge and competitiveness of its main students in grades 5 SDN Karangrejo V. SCOPE CIMSA UNEJ Educating media on posters, songs, as well as interactive images and train students to speak English with their friends or teachers. Before conducting lessons for elementary students, they first make modules that contain introductions, part of the body, things in my classroom.Continue reading

WHO SIMULATION

WHO simulation is the first SCOPE CIMSA UNEJ project, that was held Saturday morning on December, 15th 2018 at Faculty of Medicine Jember University. In this project we discuss about “The Dilemma between the Handling of Refugees due to Victims of conflict as citizens of the World and Protection of the Stage Against Threats from Illegal Immigrants” in Somalia. There are so many people came from another faculty of Jember University in our new project. Not only from another faculty but also a lot of SCOPE members are so excited to join the WHO simulation.

Continue reading